Rabu, 07 November 2012

Di Sembulang Hutan Bakau Di Gunduli ,Pengusahanya Kebal Hukum

Di Sembulang Hutan Bakau Di Gunduli ,Pengusahanya Kebal Hukum


       "Puluhan Tahun beroperasi,didiuga ada oknum yang melindungi"

Batam Palapa Nusantara
-Salah satu pemukiman  Dapur enam di  Sembulang  Barelang,terdapat puluhan tungku pembakaran bakau untuk  di jadikan arang.
menurut seorang pekerja disana ,bahwa yang bertanggung jawab seluruh  di lokasi itu adalah seorang toke bernama Ahui, diduga etnis Tionghoa ini kebal Hukum.

untuk memastikan informasi yang di berikan pekerja tersebut,media ini mencoba confirmasi ke tempat kediaman Ahui, menurut adik iparnya  Ahui lagi tidak di tempat."abang lagi pergi berobat sama istrinya ke Batam,kemungkinan tidak pulang hari ini"katanya.


pantauan dilapangan  kamis 15/03 ,terdapat bakau berserak di mana-mana,yang memang semua lokasi pemukiman itu di peruntukan pembakaran bakau.


terdetiksinya lokasi ini,bermula dari informasi yang di berikan Lim (30)kepada media ini (palapa nusantara)beberapa hari lalu di lokasi usahanya,Lim seorang adalah pembuat arang dari bakau di daerah Sekupang di ujung Tiban satu ini mengaku bahwa arang yang dia hasilkannya di jualnya kepada Ahui,Lim juga mengaku bahwa di bakar itu adalah bakau yang di ambil dari hutan bakau sekitar Batam.


pengakuan seorang pekerja di Dapur enam sembulang ,mengaku bahwa bakaunya di ambil dari sekitar Batam,untuk sekali bakar pertungkunya memuat empat ton bakau,diperkarakan perbualannya membakar bakau ratusan ton.


setiap  halaman rumah warga yang ada di sana,di hiasi tumpukan-tumpukan kayu bakau,dan akifitas yang dila kukan sudah berlansung lama,diduga ada oknum-oknum yang melindungi usaha ini.sehingga sampai saat ini masih beroperasi.


gencarnya usaha pemerintah Pusat untuk menggalakan semiliar penanam bibit bakau(Hutan mangrove) usai pasca Tsunami beberapa tahun lalu yang menimpa Nanggroh Aceh Darussalam,lain di Batam,akibat minimnya pengawasan dari para penegak Hukum setempat,para perusak lingkungan yang tidak bertanggung jawab  ini membuat program sendiri yaitu dengan habiskan semiliar bakau dan haslinya di bawa ke negri Cina.


apakah masalah ini  masuk dalam rancangan program  kinerja Bapak Kapolda Kepri baru ,Brigjen Pol Drs.Yotje Mende,M.Hum  ?. (tim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar